Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 9

Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 9by adminon.Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 913 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 9 ============== 9th Sin : Dilema . . ============== (suster Evi’s stories) . Gadis itu tampak senang sekali, ketika aku berkata akan mengajaknya besok, dia tidak menyadari skenario apa yang sedang dirancang untuknya, apakah ini adil menjadikan satu keluarga sebagai budak turun-temurun, entah seberapa besar kebencian Liana […]

tumblr_nq976vacNa1uwaj61o3_500 tumblr_nq976vacNa1uwaj61o4_500 tumblr_nqhcnmKa2L1uxl6s3o1_128013 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 9

==============
9th Sin : Dilema
.
.
==============
(suster Evi’s stories)
.
Gadis itu tampak senang sekali, ketika aku berkata akan mengajaknya besok, dia tidak menyadari skenario apa yang sedang dirancang untuknya, apakah ini adil menjadikan satu keluarga sebagai budak turun-temurun, entah seberapa besar kebencian Liana nanti jika tahu bahwa aku adalah menantu keluarga Ming, keluarga yang saat ini sedang memperbudak keluarganya, walau sesungguhnya menjadi menantu keluarga Ming nasibnya tidak jauh beda, sama-sama diperbudak demi mencapai tujuan keluarga Ming.
.
.
(suster Evi)
.
“bagaimana, apakah kau berhasil memancing gadis itu, untuk ikut ke Lotus Inn..?” tanya Anton, setelah aku keluar dari kamar Stefany.
.
“iya..” jawabku singkat, karena jujur aku setengah hati melakukan ini, aku terlanjur menyukai Lian, senyumnya, cara bicaranya, seolah seperti melihat diriku ketika seusianya.
.
“Jangan terlalu dipikirkan mereka memang sudah ditakdirkan menjadi budak sejak leluhur mereka,..”
.
“kita sudah terlalu jauh, padahal sebagai dokter dari kakaknya kamu bisa melakukan tindakan medis, yang bisa mempercepat kesadaran fany, tapi kamu malah membiarkannya terus terbaring koma, tidak cukupkah 1 orang keluarga Jia saja yang jadi korban perbudakan ini, kenapa kini adiknya juga.?” tanyaku.
.
“mereka yang memulai, berusaha lari dari takdir, seolah tak pernah belajar dari leluhur mereka yang tidak pernah bisa lari. sehingga ini jadi lebih berat buat mereka dibanding keluarga Jia yang lain…”jawabnya
.
“apa memangnya yang mereka lakukan..?”
.
“nanti juga kau akan mengetahuinya, ayolah sekarang kamu seperti biasa temui pak Paul, jerat dia agar semakin tergila-gila padamu ..” katanya sambil menarik tanganku, agar aku bangkit dari duduk.
.
“apa..! Sampai kapan kau akan memperlakukan aku seperti pelacur begini ton, aku ini istrimu..” kataku sedikit marah, sambil mengibas tangannya.
.
.
“karena kamu istriku jadi kamu harus menuruti semua perintahku, apakah kamu tidak ingin nanti suamimu ini akan jadi direktur dari rumah sakit ini.. Jangan membantah, ingat berapa banyak sudah yang diberi keluargaku pada keluargamu..!” katanya, menggunakan kata-kata yang sama setiap kali aku menolak perintahnya.
.
3tahun sudah aku menikah dengannya, kami bertemu dirumah sakit ini, awalnya aku melihat Anton sebagai pribadi yang sangat menyenangkan, kendati usianya masih muda, ia sudah menjadi dokter spesialis papan atas, dan sikapnya yang ramah langsung membuatku jatuh hati, apalagi ketika keluargaku dalam kesulitan finasial ia membantunya dengan jumlah uang yang luarbiasa, sejak awal aku sudah menduga kalau Anton adalah orang kaya, tapi setelah menikah aku baru sadar kalau keluarga Anton bukan hanya sekedar kaya, tapi sangat kaya, namun perlakuan mereka terhadap menantu sangatlah jauh dari perlakuan orang terhadap menantu pada umumnya, seperti padaku yang saat jadi suster dirumah sakit ini, tapi kadang harus melakukan hal-hal yang bertolak belakang dari tugas seorang perawat.
.
Dan kini, Anton juga memaksaku menjalin affair dengan pak Paul, direktur dirumah sakit ini, dan aku tak mampu menolak, aku diharuskan menjalin hubungan perselingkuhan dengan pak Paul, pria yang terkenal kerap memaksa perawat-perawat muda untuk melayani nafsunya, dan karena Pak Paul sudah cukup lama menyukaiku, tak terlalu sulit buatku menggoda pria paruh baya ini, sudah 2 kali aku ditidurinya.
.
“ah.. Evi sayang, apakah suamimu sudah pulang.” ucap pak Paul saat aku memasuki ruangan kantornya.
.
“sudah pak..!” jawabku pelan sambil duduk disofa yang ada didepan meja kerjanya,.
.
“baguslah, malam ini kita bersenang-senang sepuasnya..” ujar pak Paul, seraya bangkit dari kursi meja kerjanya dan berjalan kearah sofa dimana aku duduk.
.

(pak Paul)
.
“seandainya saja dulu kau memilihku, kita tidak perlu sembunyi-sembunyi seperti ini..” ucapnya, penuh percaya diri, dia tidak sadar kalau sebenarnya ini perangkap, dan seandainya dalam kondisi normalpun aku juga tak akan mau menjalin hubungan dengannya.
.
Pak Paul langsung berlutut diantara kedua kakiku, lalu kedua pahaku dibentangkannya, rok span putih ku pun tertarik keatas memperlihatkan pahaku.
“ehmm..tak sabar aku untuk melahapnya..” ujarnya seraya kedua tangannya menyelusup kedalam rok putihku, dan menarik celana dalamku, hingga terlepas, kubiarkan ia melakukan itu, kurelakan vaginaku menjadi santapan matanya dan seperti biasa sebentar lagi pasti akan jadi santapan mulutnya..
.
“lembab sekali..” ia berkata sambil jemarinya menyelusup kecelah vaginaku.. Menembusnya dan memainkannya bergerak-gerak didalam organ paling intim ditubuhku ini.
.
.
“.Ahhhrghh…” desahku, ketika jemari itu menyentuh titik g-spotku..
“enaak..?” tanya nya.
“iyaahh..!” jawabku, karena ku tahu, pria ini suka jika merasa bisa membuatku menikmati permainannya…
Sambil terus menggerakan jarinya, tangan satunya mencopoti kancingku satu persatu..
Lalu meremasi payudaraku, aku hanya diam memandang ke langit-langit ruang anini, “akhhh…” desahku, aku tak peduli, jika ini yang suamiku mau, aku akan nikmati perlakuan pria ini, kubiarkan kelaminku dipermainkan jemarinya, dan kedua bulatan didadaku jadi sasaran remasan birahinya.
.

.
“akhh..ah…” aku kembali mendesah, aku bisa merasakan cairan nafsu sudah membasahi celah vaginaku..
“akh..basah juga..” ujarnya, sambil mempercepat gerakan jemarinya seolah mengocok celah vaginaku, dan menimbulkan bunyi kecipak akibat pergerakan itu.
Selang beberapa saat kemudian dia mencabut jemarinya, kedua tangannya menguak pahaku, lalu ia menundukan kepalanya, diantara kedua pahaku, bibirnya langsung mencucup belahan vagina yang kuyakin terbuka merekah, kerena kakiku dikuakan begitu lebar, “hhhmm aroma yang menggoda.” ujarnya sesaat setelah menghirup aroma vaginaku.
.
Bibirnya, menjepit bibir kelaminku dan menarik-nariknya, sesekali berganti dengan ujung lidah yang berusaha menerobos masuk celah sempit nan basah itu.
.

.
Kedua tangannya kini berpindah menguak kedua bibir vaginaku, dan jilatannya semakin dalam menembus rongga vaginaku.
“akh..arghh..ahh..” desisku terbawa arus birahi dari permainan lidah pak Paul divaginaku, “arrgh..akh..” aku semakin tak mampu bertahan saat klitorisku turut menjadi sasaran sentuhan lidahnya..
.
Aku seperti tidak sadar jika saat ini kami berada dikantor, dirumah sakit, pak Paul terus mempermainkan vaginaku dengan lidahnya, aku hanya duduk pasrah menikmatinya, sesekali kubergerak agak maju, seperti ingin lidahnya menembus lebih dalam celah vagina yang sudah sangat becek itu.
.
Puas bermain divaginaku pak Paul berdiri, lalu melepas semua pakaiannya, aku pun melakukan hal sama melucuti pakaianku sendiri, setelah bugil, gantian aku yang berlutut dikaki pak.Paul yang masih berdiri, penisnya sudah tegang maksimal, aku pegang, ku kocok-kocok sebentar, lalu kujilati ujungnya sambil meremasi kedua buah zakar yang menggantung dipangkal kemaluannya itu.
“iya..ah..ah. Hisap terus.. Akhh..nikmati batangku yang pastinya lebih besar dari punya suamimu…yah..ah.” ucapnya sambil menekan-nekan kepalaku, agar aku segera memasukan seluruh batang penisnya kedalam mulutku.
.
Aku masih menjilati batangnya, menyusuri urat-urat itu dengan ujung lidahku, memperbaikan lubang kecil diujung kepalanya, dan sesekali sambil menatapnya untuk melihat seringai kenikmatan diwajahnya.
.

.
“Akh..akh..nikmat sekali hisapanmu cantik..akh…” ucapnya sambil terus menjambaki rambutku, akhirnya kumasukan semua batang itu kedalam rongga mulutku, dan untuk sesaat pak Paul menahan kepalaku agar penisnya tetap terkulum olehku. Lalu perlahan ia menggerakan kepalaku maju mundur, mulutku menyusuri batang penisnya, mengikuti gerakannya.
.
“yah..akh, nikmatilah kejantananku ini dengan mulutmu yang mungil itu sayang..” ujarnya sambil terus menjambaki rambutku, disaat batangnya itu keluar masuk, aku pun menggunakan lidahku untuk mengulas lembut batang itu, cukup lama batang penis Pak Paul mengagahi mulutku, sebelum akhirnya ia mengangkat tubuhku dan memposisikan diriku menungging dengan tangan bertumpu pada sadaran sofa, sementara, kedua kaki terkangkang menapak lantai, aku yakin vaginaku terekspos bebas dihadapan pak Paul, yang berdiri tepat dibelakangku.
.
Aku merasakan gesekan ujung kepala penisnya dicelah bibir vaginaku, “siap sayang..akhhh…” ujarnya seraya menekan penisnya menembus lubang vaginaku.
”arggh,.akhh..” desahku ketika menerima sodokan penisnya.
.
“ahhh..sempit sekali..akhh..akh..” ujar Pak Paul, sambil bergerak maju mundur, mengocok lubang vaginaku dengan penisnya..
.
Kudiamkan tubuhku membiarkan batang penis itu bergerak keluar masuk dengan perlahan, menikmati setiap pergesekan urat-uratnya dengan dinding lembut bagian dalam vaginaku.. “ahhihh..akhh..” erangku terbawa birahi yang semakin meninggi. “plak..plak..” pak Paul memukul pantatku, “goyanglah jangan diam saja..” perintahnya, dengan nafas yang ngos-ngosan..
.
Aku gerakan pantatku kekiri kekanan setiap kali menerima sodokan penisnya.
“ya.. Seperti itu.. Akhhh…terus akh..” katanya, disertai gerakan yang semakin cepat, sementara aku juga merasakan, vaginaku semakin basah, suara kecipak dari cairan kelaminku terdengar menyertai gerakan menghujam penis Pak Paul, kedalam vaginaku.
.

Disela-sela konsistensi gerakan penisnya, menyodoki vaginaku tangang pak Paul juga tak diam, terkadang meremasi bokongku, menguak celah anusku, dan menekan-nekan lubangnya, “akhhrggh,..” membuatku sesekali dipaksa menjerit, atau tangannya merabai punggungku, menyusuri sisi tubuhku, meraih kedua daging kembar yang tergantung bebas didadaku, dan semua itu dilakukannya tanpa mengurangi intensitas gerakan penis..
.
“akh..akh.. Akh..” suara desahan memenuhi ruangan ini, dan gerakan kami juga semakin cepat, puncak orgasme segera menghampiri kami, pak Paul, menepuk pantatku memintaku berubah posisi. Aku segera berbalik, dan kembali berjongkok dikakinya, kupegang penis yang sudah berlumuran cairan dari vaginaku itu, kukocok-kocok sebentar, dan kembali kumasukan kemulutku, aroma vaginaku terasa menempel dibelakang itu, sambil mengulum penisnya, dan meremasi testisnya, satu tanganku yang lain memainkan vaginaku sendiri.
.
Aku merasakan denyutan diseluruh batang nya, kukeluarkan penis itu dari mulutku, kembali kukocok-kocok, dan terasa denyutannya semakin menguat ditanganku.. “akhhh…aku.. Keluaarr…” teriak pak Paul, dan tanpa berusaha mengelak, kubiarkan semburan cairan kental dari penisnya membasahi wajahku, aku tahu inilah momen kesukaan pak Paul, melihat cairan spermanya menjadi masker diwajahku..
Aku tidak memperdulikan itu, karena aku sendiri sedang diambang gerbang orgasme, bahkan aku tetap memegang penisnya, sementara tanganku yang satunya mengocoki vaginaku sendiri.
.
gelombang orgasmeku tiba.. “arrrggghhhh…” erangku bersamaan dengan rasa nikmat yang melandaku…. Aku duduk tak berdaya dilantai, lemas dan lelah.
.
####
==============
(Mom’s stories)
.
Akhirnya aku tak dapat menghindar lagi, aku kembali ketempat ini, sebuah rumah mewah yang juga tempat bordil, tempat dimana keluarga Ming, menyalurkan nafsu birahinya kepada gadis-gadis keluarga Jia, tempat dimana aku habiskan masa mudaku dulu.. Mungkin bangunan ini sudah berubah menjadi lebih mewah, tapi kebusukan didalam sana tidak pernah berubah..
.
“cari siapa bu..?” tanya satpam didepan gerbang.
.
“saya mau ketemu ibu Anie..” kataku.
.
“maaf ibu siapa.?”
.
“katakan saja, Wiwi ingin ketemu..” jawabku..
Si satpam itu masuk kedalam posnya, tak lama ia kembali, “silahkan bu langsung masuk saja…” katanya mempersilahkan..
.
Seorang gadis muda sebaya Lian mengantarku ke lantai 3 rumah besar ini, “silahkan tante, ibu Anie didalam sudah menunggu..” katanya ramah.
.
“masuklah wi…” nada suaranya terdengar masih sama seperti dulu, ci Anie sedang duduk disofa, kendati fisiknya sudah terlihat sangat tua, tapi masih terlihat begitu fresh.. “duduklah sini..” katanya, menunjuk tempat disebelahnya..
.
“wi..wi.. Andai saja waktu itu kau turuti saranku dan tidak egois.. Sekarang apa tujuanmu kesini.?” tanya ci Anie.
.
“aku ga tau ci, aku kesini justru ingin meminta saran cici, aku sudah ga kuat, dan tak tahu harus bagaimana..” jelasku.
.
Ci Anie terdiam, sama sepertiku ci Anie juga keturunan keluarga Jia, tapi dia memutuskan untuk tidak menikah, memilih memutus garis keturunan dari keluarganya, dan memilih menjadi pengurus dirumah bordil ini., hal yang sama yang pernah disarankannya padaku..
.
“mereka sekarang sedang menghukummu, tidakkah kau sadari, kematian suamimu, anakmu yang kini terbaring tak berdaya, dan aku juga yakin apa sedang dilakukan putri bungsu mu sekarang, kau pasti mengetahuinya, cepat atau lambat nasibnya akan sama,.!” katanya menjelaskan,
“lalu aku harus bagaimana..?”
.
“serahkan salah satu anakmu, seperti dulu yang dilakukan oleh adikmu, demi melindungi kamu.. Dan aku rasa tidak terlalu sulit, aku tahu salah satu dari mereka itu kan cuma anak angkat tapi keluarga Ming tidak mengetahuinya..” ucap ci Anie setengah berbisik..
.
Ya salah satu dari kedua putriku adalah anak angkat, dan sejak awal ketika mengangkatnya aku juga sudah berpikiran akan menggunakannya untuk saat seperti ini, tapi setelah aku mengurusnya dan membesarkannya sendiri, rasa sayangku terhadap mereka berdua sama besarnya, aku tidak rela menyerahkan salah satunya..
.
“kenapa, merasa berat..?” Ucap ci Anie melihat aku yang terdiam..
.
“aku ga bisa ci..!” jawabku.
.
“cepat atau lambat mereka akan membuatmu memilih.. Sudahlah malam ini kau tidur disini, besok pagi kita bicara lagi, aku selalu menganggapmu adik, jika ada jalan lain aku juga tidak akan menyarankan hal ini, pikirkan baik-baik selagi masih sempat..” katanya lagi, entahlah aku harus bagaimana.
.
Semalaman ini aku benar-benar tidak bisa tidur, apa yang dikatakan ci Anie memang benar jika kuserahkan fany atau Lian pasti salah satunya akan selamat, tapi aku tidak tega, mereka anak-anakku, walau salah satunya bukan terlahir dari rahimku.
.
==============
(suster Evi’s stories)
.
“kamu tunggu disini..!” kataku pada Lian sambil mengerakan pandanganku kearah beberapa lukisan yang tertempel didinding ruangan ini..
Kutinggalkan Lian dan naik kelantai atas, menuju salah satu kamar disana,.. Kuketuk pintunya,
cukuplama aku menunggu sampai akhirnya seorang gadis remaja tanpa busana membuka pintu “nyonya..” ucapnya.. Tanpa kujawab aku langsung masuk kekamar itu, “dimana dia..?” tanyaku ketika tak mendapati orang yang kucari, “dikamar mandi..” jawab gadis itu, tak lama seorang pria tua, keluar dari kamar mandi, dengan dituntun seorang gadis muda yang seusia dengan yang membuka pintu tadi, dan dalam kondisi bugil juga.
.
“aku sudah membawa gadis itu, dia ada dibawah..” kataku langsung pada Pria tua itu, yang juga mertuaku.
.
“akhirnya berguna juga kau..baiklah mari kita temui..” ucapnya.
.
###
==============
(Liana stories)
.
.
Mama terdiam, dan bukannya menjawab pertanyaanku, ia malah balik bertanya “kenapa kamu bisa kesini?”
.
“aku bersama suster Evi, mama sendiri..?” tanyaku lagi,
.
“bukan urusanmu, cepat pergi dari sini..” katanya mengusirku..
.
“biarkan saja dia disini, saatnya dia tahu apa yang sebenarnya..!” tiba-tiba seorang pria tua renta berkata sambil berjalan menggunakan tongkat mendekati kami, sementara suster Evi mengikutinya dibelakang..
.
“tuan tolong biarkan dia pergi, dia tidak perlu tahu apapun..” ucap mama tiba-tiba, dan yang paling mengejukan mama mengatakan itu sambil berlutut dihadapan pria tua itu.
.
“dia perlu tahu takdirnya sebagai keluarga Jia..” kata Pria itu.
.
“dia bukan keluarga Jia tuan, dia cuma anak pungut..!”
.
Aku bagai terkena pukulan telak mendengar ucapan mama, aku anak pungut, apa maksud semua ini.
.
###
========
(fany stories)
.
Sungguh tak bisa kuduga aku benar-benar dibawa oleh tuan Wong, “awww..” teriakku ketika dua orang pengawal Tuan Wong mendorong tubuhku kedalam salah satu ruang dikapal ini, diluar aku mendengar hiruk pikuk awak kapal yang mempersiapkan keberangkatan., apa yang sebenarnya terjadi ini, jika ini mimpi kenapa lama sekali untukku terbangun..
.
Kapal terasa mulai bergerak, terombang ambing oleh ombak, ruangan ini seperti kamar dengan banyak tumpukan kotak-kotak kayu..
Bau pengap begitu terasa diruangan ini,
“kreek..” suara derit pintu terbuka, tn.Wong sipria gendut yang tadi membawaku dari wisma teratai, masuk sambil cengar-cengir..
“hahaha.. Saatnya giliranku menikmati tubuhmu manis..” ucapnya sambil, mendekatiku, dan menyentuh leherku, kutepis tangannya, dan “cuih..” kuludahi mukanya..
“plakkk..” tuan Wong menampar wajahku..” kurang ajar, pelacur tak tak tahu diuntung.” bentak nya.
.
“kapal ini sudah menuju ketengah laut, jangan macam-macam atau kau ingin seluruh anak buahku memperkosamu.” katanya lagi mengancam.
Aku tahu tak ada pilihan, melihat tadi dengan mudahnya aku diserahkan ke pria ini, maka aku yakin pria ini pun tidak akan ragu untuk menyerahkan aku ke anak buahnya.
.
Aku terduduk disebuah kotak kayu, menunggu apa yang akan dilakukan pria itu,
“buka pakaian mu, cepat, atau kurobek-robek,..” perintahnya, ini satu-satunya pakaian yang kubawa, jika dirobek bisa-bisa aku telanjang selama dikapal, dengan segera kulepas semua pakaian yang menempel ditubuhku, aku berdiri mematung memperhatikan si Tuan Wong itu melucuti pakaiannya.
Perut berlemak itu tampak begitu besar, dan bagian kemaluannya rimbun dengan bulu-bulu jembut, sementara kontol nya yang tidak terlalu besar itu sudah terlihat menegang, “jangan diam saja pelacur,.. Jilati kontolku ini. Bukankah gadis keluarga Jia selalu mengisi mulutnya dengan batang kontol…hahaha..” ia berkata penuh hinaan.. “tunggu.. Merangkaklah menuju kesini…”
.
Akupun menurutinya, merangkak dilantai kayu kapal ini, “hahaha.. Budak yang penurut..” ia terbahak penuh kepuasaan “sini, jilatilah ini, makanan kesukaanmu..” ujarnya sambil memegang kontolnya dan menggerak-gerakkannya, ketika tepat didepannya, kugerakan kepalaku kearah selangkangannya, dan kujulurkan lidahku menjilati dua bola yang tergantung dipangkal kontolnya, dengan posisi aku tetap merangkak, “yah..terus.. Ahkh kau memang luar biasa, pantas saja tuan Ming memanggilmu kucing liar…” ujarnya sambil turut menggerakan biji pelernya itu dilidahku.
.
Kukulum dan kupermainkan kedua biji itu dimulutku, dan lalu jilatanku berjalan kearah batang kontolnya menjilatinya dan akhirnya memasukan semua kemulutku. Kuhisap dengan kuat hingga si pemiliknya meraung “arrrggh..” geramnya ketika kuhisap batang kontolnya… “hentikan.. Aku tidak cepat keluar, sebelum merasakan lubang memekmu..berbaringlah disana..” perintahnya sambil menujuk ranjang berkasur kumal disudut ruangan.
Aku telentang dikasur kumal itu, dengan posisi kedua kaki ditekuk dan terkangkang, tuan Wong menatap selangkanganku untuk beberapa saat, “sungguh mengundang birahi..”gumannya. kemudian Ia mendekatiku, memegang kontolnya, dan ditempelkan dibibir memekku, sambil ditekan-tekan pelan, mencari celah untuk menembusnya. tuan Wong tampak kesulitan memasukan batang kontolnya, karena perutnya yang terlalu besar lumayan menghalangi, “akhh…” teriaknya ketika akhirnya berhasil menembus memekku, “masih sempit sekali..” gumannya, dan mulai bergerak maju mundur..
‘akh..akh..akh.” akupun mendesah menikmati sodokan kontolnya, kontol Tuan Wong memang tidak terlalu besar, tapi karena sempitnya lubang memekku, setiap gesekannya terasa langsung menyentuh titik birahiku.
Seolah berirama setiap dia membenamkan kontolnya, aku menggerakan pantatku, dan ketika dia bergerak keluar masuk aku yang gantian diam, birahi telah membuatku lupa, bahwa kini aku sedang disetubuhi oleh orang yang sama sekali tak kukenal.
.
“ternyata memang benar, memek keluarga Jia sangat enak.. Akhh..akh… Memek pelacuuur..akhh..” ucap nya diantara deru nafas memburu,.

.
“katakan apakah tadi pertama kalinya kau dipakai tuan Ming..?” tanyanya sambil terus bergerak memompaku..
.
“iyahh..” jawabku pelan.. “Akh..” aku sedikit tersentak ketika ia mencabut kontolnya dari memekku..
“berbalik lah.. Menungging..” perintahnya..
.
“akh..akh..” desahku ketika kurasakan lubang anusku dijilatinya. Sementara beberapa jemarinya bermain dimemekku, aku bener-benar terbuai, menikmati sensasi jilatan lidah dianusku itu, “sekarang akan kuperawani lubang mu yang ini..” ujarnya sambil menempelkan ujung kepala kontolnya dicelah anusku yang baru saja dijilatinya tadi..
.
“akhhh..akh.,sakiit..pelan..pelaaan..” teriakku ketika anusku ditembus kontolnya, aku berusaha bergerak untuk melepaskan diri, tapi kedua tangan nya menahan pinggulku, tidak seperti saat mengerjaiku dimemek, kini gerakan sangat kencang dan kasar, mungkin posisi aku yang menungging ini memudahkan gerakannya.
.
“udaah..akh..akh..pelan..akh..sakit akh..”rintihku karena memang terasa begitu menyakitkan..
.
“diam kau pelacur akh..ah..ini..lebih sempit dari memekmu akhh.. Akh…nikmat sekali…akh..”
.
Dia terus menyodoki lubang anusku tanpa memperdulikan rintihan kesakitan aku, beberapa aku nyaris ambruk tapi ia menahanku, dan akhirnya beberapa saat kemudian ia berteriak-teriak..
“akhhh…rasakan pejuhku akhh..” triaknya klimaks dianusku, pegangannya di pinggulku dilepas aku ambruk dan kontolnya terlepas dari anusku.. “hahaha.. Aku dapat juga merasakan perawan pantatmu… Lihatlah ini pejuhku bercampur dengan darah dari pantat mu…” ujarnya sambil membalikan dengan kasar tubuhku agar telentang.. “makan ini rasakan pejuhku yang bercampur darah pantat mu..” katanya sambil menyodorkan jemarinya yang belepotan cairan sperma dan darah itu, aku menutup rapat mulutku menolak nya.
“buka mulut mu..” bentaknya sambil tangan satunya meremas keras payudaraku “akhwawh..” dan ketika mulutku terbuka karena teriakan kesakitanku, jemarinya langsung menerobos masuk kemulutku, aroma sperma dari anusku itu benar-benar membuat mual, aku sampai meneteskan air mata menahan mual.
.
“hahahahaha…” ia tertawa terbahak-bahak, seperti sangat puas melihatku tersiksa.
.
“ehm… aku ingin membuktikan satu desas desus, tentang tanda lahir di keluarga Jia…buka kaki mu” bentaknya, sambil mengambil kain kecil ia melap memekku, dan dengan kasarnya membuka kedua bibir memekku..
.
“hahaha.. Ternyata benar.. Dasar keturunan pelacur, bahkan para dewa sudah menandai memek kalian..hahaha..” ucapnya. Aku tidak mengerti tanda apa yang dimaksud pria ini.
.
###
=============
(mom’s stories)
.
Lian terlihat sangat bingung, matanya menatapku penuh tanya..
.
“jangan mempermainkan aku wi..” ucap pria tua itu.
.
“tidak tn.Ming. dia memang anak angkat..” jawabku sambil menunjuk Lian, maafkan mama sayang mama hanya ingin yang terbaik untukmu..
.
“baiklah seperti sama-sama kita ketahui, setiap gadis keluarga Jia mempunyai tanda lahir, jika tanda lahir itu tak ada ditubuhnya maka dia akan bebas..” ujarnya.
.
Bagaimana ini kenapa aku sama sekali melupakan soal tanda lahir itu…

Author: 

Related Posts