Cerita Sex Tusuk Konde – Part 8

Cerita Sex Tusuk Konde – Part 8by adminon.Cerita Sex Tusuk Konde – Part 8Tusuk Konde – Part 8 Sister Morphine ” Heh, Bimo.. Sini luh..!! ” panggil Vera dengan nada tinggi pada Bimo yg sedang berjalan dihalaman kampus. Sini gua bilang..!! ” bentaknya lagi, karna merasa yg dipanggil tak menghiraukannya ” Elu lah yg kesini…siapa yg butuh?.” balas Bimo, yg hanya berdiri menunggu gadis itu menghampirinya. ” Anjing […]

multixnxx- Hikaru Kirameki Hikaru Kirameki enjoys s-13 multixnxx- Hikaru Kirameki Hikaru Kirameki enjoys s-14 (1) multixnxx- Hikaru Kirameki Hikaru Kirameki enjoys s-14Tusuk Konde – Part 8

Sister Morphine

” Heh, Bimo.. Sini luh..!! ” panggil Vera dengan nada tinggi pada Bimo yg sedang berjalan dihalaman kampus.

Sini gua bilang..!! ” bentaknya lagi, karna merasa yg dipanggil tak menghiraukannya

” Elu lah yg kesini…siapa yg butuh?.” balas Bimo, yg hanya berdiri menunggu gadis itu menghampirinya.

” Anjing lu ye…kesini lu ” umpat Vera, yg akhirnya menghampiri Bimo lalu menarik lengannya untuk membawa Bimo kesalah satu sudut yg agak sepi.

” Heh, bangsat.. Gua denger elu jadian sama si Astrid ya? Benerkan? ” tanya Vera berang

” Eh, apa urusan lu..kenapa elu yg sewot..emang kenapa kalo gua jadian sama Astrid? ” bela Bimo

” Enak aja lu ngomong…elu kan cowok gue ” aku Vera

” Hah, gile lu…sejak kapan?”

” Bangsat lu..sejak kapan elu bilang..? Ya sejak elu ngewek gue lah..”

” Enak amat lu ngomong..emang gua doang yg pernah ngewek sama elu.. Itu si rudi, dani, irwan, reno…dan masih banyak lagi, semua pernah ngewek sama elu, kenapa gak sekalian aja mereka elu akuin pacar juga..” dalih Bimo, seraya mengibaskan tangan Vera yg mencengkram lengannya.

” Bangsat lu…” umpat Vera, seraya melayangkan tangannya hendak menampar wajah Bimo, yg dengan sigap Bimo menangkap pegelangan tangan Vera sebelum sempat mendarat di pipinya

” Setan lu, lepasin tangan gua gak…” maki Vera, sambil mencoba menarik tangannya agar terlepas dari cengkraman Bimo.

Vera yg berontak dengan sekuat tenaga untuk membebaskan tangannya, membuat tubuhnya terpental kebelakang saat Bimo melepaskan cengkramannya. Tubuhnya yg terpental tertahan oleh Astrid yg pada saat bersamaan kebetulan telah berada dibelakangnya.

” Ini dia nih, biang keroknya…elu kan yg ngerebut cowok gue… Eh, cewek bego..asal elu tau ye, Bimo tuh udah pernah ngewek sama gua, ngerti gak lu..” makinya, yg diikuti dengan mendorong dengan kuat dada Astrid, sehingga dirinya terjerembab diatas rerumputan.

” Eh, Vera…apa-apaan sih lu..sarap kali lu ya? ” hardik Bimo.

” Diem lu…” balas Vera, seraya ngeloyor pergi dengan masih bersungut-sungut.

******

“Gak perlu…aku bisa bangun sendiri..” tolak Astrid, saat bimo mengulurkan tangannya untuk membantu Astrid bangkit.

Dengan wajah cemberut Astrid pergi meninggalkan Bimo yg terus mengikutinya dari belakang sambil terus memberikan penjelasan kepada Astrid yg baru resmi dipacarinya 4 hari lalu.

” As…tunggu dulu dong yang…dengerin dulu penjelasanku ” pinta Bimo, yg tak diperdulikan oleh Astrid yg terus melangkah kearah kantin.

******
” Gado-gado mas…yg pedes..pedes banget ” pesan Astrid kepada pelayan kantin, dengan bibir manyun yg masih menggurat diwajahnya

” Dengerin dulu dong yang..jangan langsung ngambek begitu ” ujar Bimo yg mulai agak panik dengan sikap jutek Astrid.

” Tapi bener kan, seperti yg Vera bilang, kalo kamu pernah ngewek sama dia..?” ujar Astrid, dengan merendahkan volume suaranya saat menyebut kata “ngewek” seraya menengok kekiri dan kanan, kawatir ada yg mendengar.

” Oke deh…aku terus terang, aku emang pernah gituan sama dia..tapi itu terjadi saat kita belum jadian ” terang Bimo, yg kemudian dijelaskannya proses kejadian itu yg berlangsung di wc pria.

” Oooohhh…jadi kamu mau bilang, kalau kamu diperkosa sama dia.. begitu? Lucu..” sinis Astrid

” Bukan itu maksudnya As..oke deh aku akui kalau aku juga menikmati, tapi…” belum selesai penjelasan Bimo, Astrid langsung memotong.

” Ah..sudah lah, aku gak mau denger itu…tolong tinggalkan aku dulu..aku mau sendiri” kesal Astrid.

Sebetulnya Astrid maklum dengan apa yg terjadi pada Bimo, karna Astrid paham betul siapa itu Vera, yg semenjak SMU dia sudah mengenalnya. Dia juga tau kalau Vera tergolong sebagai play girl, bahkan semenjak SMU pun sudah bukan rahasia umum lagi kalau Vera sering tidur dengan cowok-cowok disekolah, hampir semua cowok-cowok ganteng disekolah pernah diajaknya tidur, dan pesona yg dimilikinya memang memungkinkan untuk itu, siapa yg tidak akan takluk dengan kecantikan dan keseksian Vera, dan itu berlanjut sampai sekarang, bahkan semakin menjadi, Astrid pernah mendengar gosip yg beredar dikampus yg mengatakan bahwa Vera pernah diGangbang oleh beberapa cowok, dan gosip itu bukan cuma hisapan jempol semata, karna poto yg menguatkan gosip itu juga telah beredar dijejaring sosial. dan dasar Vera, alih-alih merasa malu mengetahui poto mesumnya itu beredar luas, justru sepertinya malah bangga.

Bimo memang termasuk cowok ganteng, bahkan terliwat ganteng menurut Astrid, sehingga wajar bila dirinya menjadi salah satu target pria yg wajib diajak tidur oleh Vera, bahkan sepertinya Vera berharap lebih, setidaknya itu yg ditangkap Astrid barusan, saat Vera dengan tak tau malunya mengklaim Bimo sebagai pacarnya. Dan mengetahui bahwa Bimo pernah ML dengan Vera, Astrid pun sebenarnya tidak terlalu kaget, toh itu terjadi disaat hubungan mereka belum terjalin. Namun juga tidak bisa begitu saja Astrid menunjukan kemaklumannya didepan Bimo, dia juga merasa memiliki harga diri, paling tidak dia harus menunjukan rasa ketidak sukaannya itu didepan Bimo, agar dia tidak dianggap remeh oleh kekasihnya itu. Dan Bimo, memang terlihat seperti mati kutu dengan sikap Astrid, pemuda itu benar-benar menunjukan rasa penyesalannya, Astrid menyadari benar itu, yg justru membuat dirinya yakin kalau memang Bimo betul-betul tidak ingin kehilangan dirinya.

Namun yg dikawatirkan Astrid justru datang dari Vera, dia sudah hafal mati kelakuan gadis itu, yg akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yg diinginkan, sekaligus Astrid juga kawatir kalau Vera berniat untuk mencelakakannya.

Namun Astrid kembali meyakinkan dirinya, bahwa ia tak akan mundur satu langkahpun, ia mencintai Bimo, dan tak ingin kehilangan Bimo, sebagaimana juga Astrid yakin kalau Bimo tak ingin kehilangan dirinya, itu dapat dia rasakan bagaimana sikap Bimo saat dirinya ngambek tadi. Dan kembali diyakinkaan dirinya untuk akan selalu menghadapi setiap intimidasi yg bakal dilancarkan oleh gadis hyper itu.

******

Heh..kenapa lu tadi? gua liat lu kayaknya ribut-ribut sama Bimo.. tanya Desi, yg merupakan teman akrab Vera

Itu, si cewek bego ituudah mulai betingkah dia.. dia ngerebut si Bimo.. kesal Vera, seraya menghembuskan asap rokoknya sambil duduk dikursi taman area kampus.

Astrid maksud lu..Ha..ha..ha gak salah lu nek, sejak kapan elu jadi ceweknya Bimo? Lagian cowok yg pernah jalan sama elu kan banyak ver ujar Desi

Ah, sialan lu.. sama aja lu kayak si Bimo, itu juga yg dia bilang.. tapi sama Bimo beda des, gua naksir berat sama dia….dia cinta mati gua tuh curhat Vera, sambil bibirnya tak berhenti menghembuskan asap rokok, bak cerobong kereta api yg terus mengepul, sepertinya gadis itu mencoba menetralisir kegusarannya dengan asap rokok yg dihisapnya sebanyak mungkin.

Jiaaaahhhh gak salah lu, Punya rasa cinta juga lu rupanya non goda Desi

Sialan lu.. lu kira gua batu. pokoknya gua harus beri pelajaran sama si Astrid.. ancam Vera, bibir seksinya mulai tersenyum..senyum kedengkian, yg telah deal dengan apa yg ada diotaknya untuk sebuah rencana busuk kepada Astrid.

********

Udara malam membuat suhu dipuncak pas Bogor menjadi demikian dingin hingga menusuk tulang.

Dari sebuah Vila yg cukup mewah dan dilengkapi dengan vasilitas yg lux, termasuk kolam renang yg terhampar dihalaman belakangnya menandakan bahwa pemiliknya adalah seorang yg berada, itulah Vila milik ayah Vera. yang saat itu Vera bersama dengan tiga orang pria yaitu Rudi, Farid dan yongki, yg juga adalah teman satu kampusnya sedang fly dalam sebuah pesta narkoba yg tentu saja didanai seluruhnya oleh Vera.

Jari lentik itu dengan cekatan meraup dengan sendok kecil bubuk berwarna putih yg terbungkus didalam plastik, dituangkannya bubuk dalam sendok itu diatas cermin kecil yg diletakkan diatas meja, dengan terampil karena telah terbiasa, bubuk yg telah terhampar pada permukaan cermin itu ditata dengan menggunakan sehelai kartu ATM sehingga membentuk sebuah garis lurus, srrrrooottttthanya dalam hitungan detik gulungan uang seratus ribuan yg membentuk sedotan menelan habis bubuk jahanam itu, yg masuk melalui hidung Vera, untuk kemudian menjalar keseluruh tubuhnya, hingga menimbulkan sensasi surgawi yg dirasakan wanita muda itu.

Irama sentimentil musik blues yg mengalun dari audio player diruangan utama kamar vila itu menjadi pengiring yg selaras dengan jiwa mereka yg sedang melayang dialam hayal yg semu.

Hoiiii.guys.elu pada mau mengehibur gua malam ini kan? elu tau kan, saat ini gua lagi galau berat man kicau Vera, sambil meliuk-liukan tubuhnya dengan gerakan lambat mengikuti irama musik, yg malam itu hanya mengenakan t-shirt dan celana dalam

Yoi dong sistkita pasti akan menghibur elu elu kan boss kita..iya gak broo jawab Farid, pemuda keturunan arab dengan hidung mancung dan bulu-bulu lebat yg menumbuhi dihampir sekujur tubuhnya, wajahnya yg tampan mengingatkan kita pada aktor Reza rahardian.

So pasti lahkita pasti hibur kalau kita orang punya kawan lagi sedih to.. ujar Yongki, mahasiswa perantauan dari Maluku, yg berkulit hitam namun tetap manis, ditambah dengan tubuhnya yg atletis.

Pokoknye kalo elu ada apa-apa..elu tinggal ngomong aja sama kita-kita.. iya gak brad.. balas Rudi, mahasiswa abadi yg entah dari angkatan berapa, namun sudah memasuki 8 tahun ini dia masih saja nongkrong dikampus, entah apa yg dilakukannya.

Para pemuda itu tentu saja bagaikan kerbau dicucuk hidung bila dihadapan Vera, betapa tidak, semua barang-barang terlarang yg disukai oleh mereka difasilitasi seluruhnya oleh Vera, mulai dari sekian gram heroin yg tentu harganya bukanlah murah, belum lagi Vila mewah yg sekarang mereka tongkrongi ini. Dan yg lebih membuat mereka gandrung tentu saja tubuh Vera, pesta seks yg biasa mereka lakukan dengan Vera itulah yg paling membuat mereka mau melakukan apa saja untuk Vera.

Woiiiiii elu pada mau ngentotin gua enggak malam ini ? are you ready boys? teriak Vera, yg disambut oleh yel-yel riuh oleh ketiga pemuda itu.

Horrrreee..mau dong bossss.kontol kita udah ready nih, hahaha.. balas Farid, sambil mengacungkan batang kontol besarnya yg menerobos keluar melalui sela-sela reseleting celana Blue-jeans nya.

Vera mulai membuka t-shirtnya, seraya melemparkannya kearah yongki dan rudi yg duduk disofa. Vera ya memang tak pernah mengenakan BH, sehingga buah dadanya yg besat dan padat langsung terpampang dihadapan mereka, yg langsung diikuti dengan yel-yel yg cukup riuh dari ketiga pemuda itu. yg membuat gadis itu semakin menjadi, tubuhnya mulai meliuk-liuk layaknya seorang penari striptis didepan ketiga pemuda itu.

Kini Vera berdiri membelakangi mereka, seraya badannya ditundukan kebawah seperti posisi ruku, menunjukan bokong indahnya yg masih terbalut oleh celana dalam, dengan wajah menatap kebelakang kearah mereka dengan senyum yg menantang, perlahan tangannya mulai membuka celana dalamnya yg membuat ketiga pemuda itu mendesir birahinya, buah bokong yg padat dan bulat bak gitar sepanyol kini tersaji dihadapan mereka, seraya digoyang-goyangkannya seperti gerakan seekor itik.

Dengan bernafsu farid beranjak dari kursi yg didudukinya, kedua tangannya kini meremas bokong Vera, seraya mulutnya mulai melumat dengan rakus memek vera dari belakang, sesekali lidahnya bermain mengelitik liang vaginanya, untuk kemudian kembali lagi dikecupnya dengan bernafsu sekerat daging berwarna kemerahan itu, mulutnya seperti menyedot-nyedot, seolah ingin ditelannya isi dari memek itu kedalam perutnya.

Sementara kedua pemuda lainnya kini telah melepaskan semua pakaian mereka, sambil duduk menyaksikan aksi Farid yg menikmati makan malamnya”, tangan mereka mengocok-ngocok batang kontol mereka sendiri dengan perlahan.

Jilatin anus gue..! perintah Vera sambil mengeplak dengan kasar kepala Farid dengan tangan kanannya. Yg segera diikuti pemuda itu, kini lidahnya mulai menjelajah disekitar lubang anus Vera, Gadis itu mulai mendesah seiring sapuan lidah Farid yg menggelitik disekitar area lubang pelepasannya.

Zzzzzaaaaahhhhh.jilat yg dalam babi desah Vera diikuti dengan makian kasarnya. Farid dan kedua pemuda lainnya itu sudah paham betul dengan tabiat gadis ini, yg apabila hatinya sedang galau kerap dilampiaskannya dengan permainan seks yg kasar dan cenderung brutal, serta memperlakukan pria pasangan kencannya seolah-olah budaknya yg harus menuruti segera perintah ganjilnya. Namun Farid dan teman-temannya itu sama-sekali tak mempermasalahkan itu, bahkan mereka menanggapinya sebagai suatu sensasi tersendiri, dan justru sikap Vera yg seperti itu, bagi mereka Vera tampak lebih menantang dan seksi, sehingga mereka selalu mengikuti alur permainan yg digariskan oleh Sang Boss itu sebagai suatu fantasi tersendiri yg justru membangkitkan gairah mereka.

Sejurus kemudian tangan Vera menolak kepala Farid yg sedang asik mengoral lubang anusnya, seraya Vera berdiri dan menuju kearah sofa.

Heh, Rudi.. jangan ngeloco aja lu elu tiduran dilantai sekarang..Telentang..!! perintah Vera sambil menyepak kaki Rudi yg saat itu diangkat diatas meja sambil asik mengelus-elus batang kontolnya sendiri.

Oke Boss… jawab Rudi cengengesan, seraya menuruti perintah Vera untuk merebahkan tubuhnya dilantai tepat dibawah sofa yg baru saja dia duduki.

Kini Vera duduk disofa, menggantikan posisi Rudi. Sementara Farid mulai melucuti seluruh pakaiannya, yg membaut keempat orang yg berada didalam ruang utama Vila itu praktis dalam keadaan bugil seluruhnya

Yongki, sekarang lu yg jilatin memek gue, Cepet..!! perintah Vera kepada Yongki, dengan tidak ketinggalan tangannya mengeplak kepala pemuda itu.

Farid.., tugas elu sekarang , isep nih tetek gue,, seraya tangan Vera menjambak rambut Farid dan menariknya kearah buah dadanya.

Lengkap sudah Vera mendominasi ketiga pemuda itu, Yongki dengan asik mulai menjilati memeknya sambil berjongkok dibawah Vera, kedua ibu jarinya digunakannya untuk menyibak bibir vagina, sehingga tampak jeroan memek Vera yg merah berkilat oleh cairan vaginanya yg mulai membasahi.

Dan Farid bagaikan seorang bayi yg sedang menyusu pada ibunya. Dikunyel-kunyel dengan telapak tangannya buah dada yg padat berisi dan bulat asli tanpa suntikan silicon, bibirnya dengan rakus mengulum putting susunya, atau sesekali menggigit-gigitnya dengan lembut.

Sementara rudi, mendapat tugas khusus yaitu menjilati telapak kaki gadis itu sambil tubuhnya telentang dilantai, yg dengan pongahnya Vera meletakan telapak kakinya kearah mulut Rudi yg kini mulai menjulur-julurkan lidahnya. Kedua tangan Rudi mencengkeram pergelangan kaki kanan Vera seraya lidahnya menjilati sekujur telapak kaki Vera tanpa jijik, tak ada sedikitpun dirinya merasa dilecehkan oleh kelakuan Vera itu, baginya itu adalah sebuah fariasi seksual yg justru mengasikan dan membuatnya ketagihan dengan sensasi seperti itu, dan ini bukan yg pertama kalinya dialami oleh Rudi, ini adalah untuk yg ketiga kalinya, dan sensasi ganjil itu sungguh-sungguh membuatnya ketagihan.

slap..slap..slapaaaahhhhnyemmm..nyemmm.. gumam Rudi sambil menikmati telapak kaki Vera.

Makan nih, kaki gua, monyet.. maki Vera kepada Rudi yg dengan kasar menjejali jari-jari kakinya kedalam mulut Rudi, dan dengan patuhnya Rudi mengulumnya bagaikan menikmati es krim Magnum.

Kini giliran Farid yg sedang asik menikmati kekenyalan dua gunung kembar mulai mendapatkan intimidasi dari Vera.

Heh, babi buka mulut lu..!! perintah Vera sambil menjambak rambut Farid, yg diikuti oleh Farid dengan membuka mulutnya lebar-lebar mengarah pada wajah Vera.

Cuiihh diludahinya mulut Farid yg terbuka itu dengan kasar, yg dengan rakus dikenyam-kenyamnya oleh Farid, untuk kemudian ditelannya.

Mmmm..nyemm..nyemm..enaaakk gumam Farid, seraya melanjutkan kembali kesibukannya pada tetek Vera.

Kenapa lu Yong.. Ngiri..? Gertaknya kepada Yongki yg masih menjilati memeknya, setelah dilihatnya Yongki tersenyum saat melihat Vera meludahi mulut Farid

Boleh juga beta dikasih satu kali percikan kalau bisahe..he..he.. ujar pemuda perantauan itu dengan logatnya yg khas.

” Buka mulut lu..nih makan..cuiihhh..” diludahinya dengan kasar mulut Yongki yg menganga sambil menengadah keatas. Setelah menelan air ludah yg disemburkan dalam mulutnya, kembali pemuda itu menelusupkan lidahnya kedalam lubang memek Vera.

Beberapa saat kemudian telapak kaki Vera telah singgah pada kening Yongki, seraya ditolaknya kening pemuda berdarah maluku yg sedang mengoral memeknya itu hingga terjerembab, yg segera kembali bangkit dengan cengengesan. Begitu pula yg terjadi pada Farid, sedang asiknya pemuda itu nenen pada Astrid, dirasakan rambutnya dijambak lalu lalu dihempaskan, hingga dirinya harus rela melepaskan puting susu yg dikulumnya.

Kini Vera bangkit dari sofa yg didudukinya, seraya berdiri mengangkangi kepala Rudi yg masih berbaring dilantai.

” Heh, monyet…elu udah enggak sabar kan pingin jilatin memek gue..? ” ujar Vera kepada Rudi, yg berbaring dilantai sambil menikmati pemandangan indah memek Vera yg tersaji tepat diatasnya.

” Hooiii…jawab lu..!! Bengong aja..” bentak Vera, karena merasa pertanyaan pertamanya belum terjawab oleh Rudi yg justru perhatiannya terpusat pada selangkangannya.

” Oh, sory boss.. Yo’i dong boss gue udah gak sabaran nih, pingin nyicipin memek lu..” balasnya, seraya jakunnya terlihat naik turun bertanda sedang menelan ludah, karna bernafsu melihat sekerat daging yg menganga diatasnya.

” Nih, lu jilatin memek gue..” ucap Vera, seraya berjongkok mengarahkan memeknya kewajah Rudi, yg disambut dengan juluran lidahnya yg dengan rakus menari-nari disekitar area memek Vera yg tepat berada diatasnya

Sesekali bokongnya yg indah itu tersentak keatas tak tahan menahan rasa geli barcampur nikmat gelitikan lidah Rudi pada liang memeknya, atau bahkan dengan gemasnya mengulek, memperlakukan wajah pemuda itu bak cabai yg bearada diatas cobek, yg membuat Rudi sedikit gelagapan saking sulitnya bernafas.

Auuuhhhggggghh. Makan nih memek guerasaiiinnn gumamnya sambil menekan-nekan bokongnya pada wajah Rudi yg sudah tak sanggup lagi berkata-kata selain hanya menjulurkan lidahnya yg kini terhimpit oleh tekanan bokong Vera yg bergerak mengebor tanpa ampun.

Sekarang elu jilatin nih anus gue.. Nih, elu paling doyan kan..? perintahnya, seraya menyibakan lubang analnya dengan kedua tangannya. lubang anus yg telah terkuak kini tepat berada didepan mulut Rudi, yg dengan lincah lidahnya mulai menjelajahi kesetiap sudut lubang pelepasan Vera. Aroma khas yg menebar membuatnya semakin gandrung, bahkan lidah itu kini seperti hendak menembus masuk kedalam lorongnya, seraya kepalanya bergerak turun naik untuk mempenetrasikan lidahnya didalam lubang anus gadis itu.

Uuuuuuuuuhhhhhhh.. iya, jilatin terus tuh lubang tai guezzzz..aaaahhhh.. racau vera, sesekali matanya terpejam sambil menengadahkan wajahnya kearah langit-langit ruangan.

Tiba-tiba Vera menghempaskan bokongnya kewajah Rudi yg sedang asik memainkan lidahnya didalam lubang anusnya. Bokong yg indah itu kini dengan rileknya nangkring diatas wajah Rudi yg dijadikannya kursi, yg untuk beberapa saat ditahannya momen itu. Betul-betul tak bisa bernafas Rudi saat itu, yg ditandai dengan telapak tangannya yg dibentur-benturkan kelantai beberapa kali layaknya seorang petarung smakdown yg menyerah karna pitingan lawan. Kedua pemuda lainnya hanya tertawa menyaksikan tingkah Rudi.

Rasain lu gak bisa nafas ya? Hi..hi..hi.. Goda Vera, sambil terus menekan bokongnya pada wajah Rudi.

Udah Ver, kasian anak orang, tar mati tuhha..ha..ha.. ujar Farid

Kalau mati macam itu, torang bilang mati dibawah puki eh ha..ha..ha.. balas Yongki, sambil mengurut-urut batang kontolnya yg hitam besar dengan urat-uratnya yg menonjol.

Akhirnya Vera mengangkat bokongnya, yg diikuti dengan mulut Rudi yg tak henti-hentinya menarik nafas.

Ah, sialan..ini yg namanya ngeri-ngeri sedap.. gumam Rudi, yg masih terengah-engah bagaikan habis menyelam didalam kolam.

Sejurus kemudian, Vera menggenggam batang kontol Rudi, posisinya yg masih berbaring telentang membuat bazokanya tampak berdiri tegak. Dengan sigap tangannya mengarahkan batang zakar dalam genggamannya itu kedalam lubang memeknya, blessdengan mudahnya batang kontol Rudi menembus masuk kedalam lubang memek yg mulai basah itu.

Vera mulai menaik turunkan bokongnya secara berirama dengan posisi Woman in top, eskpresinya yg mendesah sambil sesekali memejamkan matanya, serta buah dadanya yg bulat terlihat terguncang-guncang merupakan pemandangan yg erotis bagi Rudi yg dengan santai hanya berbaring mengikuti gerakan bokong Vera yg mempenetrasikan batang kontolnya didalam memek gadis hiper itu.

Sini kontol elu semua biar gue isep pinta Vera kepada Farid dan Yongki yg sebelumnya hanya menonton sambil menunggu giliran.

Kedua pemuda itu berdiri disamping Vera, yg tangannya menggenggam batang kontol keduanya, kontol Farid pada tangan kanannya, sedang Yongki pada tangan kirinya, yg mulai dioralnya secara bergantian, sambil tetap bokongnya naik turun mengocok batang kontol Rudi yg berada didalam liang vaginanya.

Farid yg berdarah timur-tengah memang memiliki batang kontol yg lebih besar dibandingkan kedua pemuda lainnya, hingga terasa penuh mulutnya saat benda itu menyumpal masuk didalam mulutnya.

ghlok..ghlok..ghlok..clapp..clappsryuufffaaahhhh .. irama khas yg terdengar sensual dari mulut Vera yg dengan rakus mengulum batang kontol Farid, dibarengi dengan air ludah kentalnya yg menetes dari sela-sela bibirnya, membuatnya tampak lebih liar dan binal dimata para pemuda itu.

Puas mengoral batang kontol Farid dan Yongki, Vera menelungkupkan tubuhnya sehingga wajahnya kini berhadapan dengan Rudi yg berada dibawahnya.

Ayo, salah satu entot anus gue dari belakangcepet.. perintah Vera, yg segera diikuti oleh Yongki yg terlebih dahulu mengambil jatah setelah sempat bersitegang kecil dengan Farid yg juga berniat untuk menjadi yg pertama menyodomi Vera untuk malam itu.

Batang kontol hitam dengan urat-uratnya yg bertonjolan tampak berkilat oleh air liur yg sengaja dibaluri untuk pelumasan, yg kini mulai diarahkan pada sasaran yg diinginkan. hanya satu kali dorongan berhasil menerobos masuk kedalam liang pelepasan Vera yg memang sudah familier dengan gesekan batang kontol. Kedua tangan pemuda berkulit hitam dengan rambut keriting itu kini meremas bokong Vera yg padat dengan ciri khas tato bergambarkan bunga mawar merah pada bokong kanannya.

Dengan lincah bokong legam Yongki bergerak maju mundur menghantamkan bazokanya didalam lubang anus Vera. Dua batang kontol yg secara bersamaan menyumpal didalam 2 lubang sensitipnya ternyata belum membuatnya puas, seraya ditariknya batang kontol Farid yg masih berdiri disampingnya untuk kemudian dikulumnya dengan buas. Lengkap sudah tiga akses seksualnya terisi oleh penis-penis tiga pemuda yg termasuk berukuran besar untuk standar orang melayu.

Rudi yg posisinya berada dibawah dengan bazokanya yg masih bersarang didalam liang memek Vera, hanya berdiam pasif tanpa gerakan, dinding otot yg tak seberapa tebal yg membatasi antara lubang anus dan lubang vagina membuat batang kontolnya masih bisa merasakan gerakan kontol Yongki yg berpenetrasi pada anus Vera, yg memberikan rangsangan tersendiri pada batang kontol Rudi.

Plek..plek..pleksuara benturan bokong Vera dengan paha Yongki yg memompakan bokongnya maju mundur begitu mendominasi disekitar ruangan itu, berpadu dengan suara kecipak batang kontol Farid yg tanpa ampun menghujam kedalam mulut Vera dan menembus masuk hingga menyentuh tenggorokannya. Kedua tangan Farid memegang kepala Vera, sehingga dengan leluasa batang kontolnya keluar masuk didalam mulut gadis itu.

Ghlok..ghlok..ghlokhenthott..heruss hmulut hueghlok..ghlok.. gumam Vera disela-sela mulutnya yg tersumpal penuh oleh batang kontol Farid yg berukuran super. Matanya yg indah itu tampak meneteskan air mata karna sentuhan ujung kontol Farid yg merangsak sampai pangkal tenggoroknya, ludah kental mengalir menetes dari sela-sela bibirnya yg jatuh menetesi wajah dan mulut Rudi yg tepat dibawahnya,yg justru dengan rakusnya pemuda itu menjulur-julurkan lidahnya untuk menggapai tetesan air liur Vera.

Yong.. gantian dong, sekarang giliran gua .. pinta Farid kepada Yongki, setelah puas menghantamkan batang kontolnya kedalam mulut Vera.

Yongki segera menuruti permintaan Farid, plup dicabutnya batang kontolnya dari dalam lubang anus, seraya dirinya bergeser kedepan menyodorkan batang kontolnya pada mulut Vera. Sehingga Farid lah kini yg berganti meyodomi lubang anus Vera. Dirasakan betul oleh Vera perbedaan yg cukup signifikan antara sodokan batang kontol Farid yg lebih besar, dengan milik Yongki yg lebih kecil namun memiliki tekstur yg berurat, yg menggesek-gesek otot analnya.

Batang kontol Yongki yg sebelumnya mengembara didalam lubang anus Vera, kini beralih masuk didalam mulutnya, aroma khas yg didapat dari lubang anus masih dirasakan oleh Vera saat mengoralnya, aroma yg justru membuatnya semakin liar mengulum dengan kasar batang kontol yg hitam dan berurat itu.

*******
Beberapa saat kemudian Vera menyudahi aksi double penetration yg mendebarkan itu, seraya kini tubuhnya berbaring telentang dilantai.

Farid..elu sekarang entotin memek gue, gue udah hampir sampe nih.. perintah Vera, yg langsung diikuti oleh Farid dengan menancapkan batang kontolnya. Hanya dalam hitungan detik saat batang zakar Farid menghujam dengan kecepatan full, terdengar lengkingan panjang Vera yg menandakan dirinya telah mencapai puncak orgasme.

Aaauuuuhhhggggggggue sampeeeeee.aaaaaahhhh.. erangnya, sambil tangannya mencengkeram dengan keras punggung Farid.

Kini tubuh Vera hanya diam tak bertenaga, tubuhnya hanya terguncang-guncang mengikuti hantaman bokong Farid yg memompakan batang kontolnya, namun usaha Farid untuk mencapai puncak pendakiannya terhenti oleh dorongan kasar kaki Vera yg menolak perutnya, sehingga menyebabkan tubuhnya terjerembab kebelakang.

Berhenti dulu lu..gua mau elu semua ngecrot dimulut guegue mau telen semua.. ujar Vera, seraya dirinya bangkit dan duduk diatas sofa.

Ketiga pemuda itu kini berdiri menghadap Vera yg kini sibuk mengoral batang kontol mereka secara bergantian. Lenguhan pertama keluar dari mulut Rudi yg dibarengi dengan keluarnya sperma yg langsung ditampung dalam mulut Vera yg menganga. Hanya selang beberapa detik hal sama terjadi pada Yongki yg langsung diarahkannya pada mulut Vera yg masih penuh terisi oleh sperma Rudi. Crot..crot..crot.. semburan spermanya menambah deposito air mani yg tertampung dalam mulut Vera yg terbuka lebar.

Kini tinggal menyisakan Farid , yg dengan tangannya sendiri dikocok-kocokan batang zakarnya dengan ujungnya yg mengarah pada mulut Vera yg telah terisi oleh cairan kental berwarna keputihan.

Sensasi binal yg diberikan Vera dengan menunjukan isi mulutnya sambil memain-mainkan sperma didalamnya memberikan kontribusi yg cukup besar bagi syahwatnya, hingga akhirnya pecah lenguhan keras dari pemuda itu.

Aaaaauuuuuuuuugghhhhh..anjrrrrrriiiiiiitttttt erangnya, dibarengi dengan siraman sperma yg langsung masuk kedalam mulut Vera.

Sungguh binal aksi yg dilakukan gadis itu, dengan mulut penuh dengan sperma, tangannya memberi isyarat agar dirinya disyuting dengan kamera handphone. Yg segera dituruti oleh Rudi dengan meraih smartphone milik Vera, seraya difungsikannya sistim video record, yg lalu diarahkan pada Vera.

Gadis itu mulai beraksi didepan kamera yg dishooting oleh Rudi. Sperma yg didalam mulutnya dimain-mainkan dengan lidahnya atau sesekali dikumur-kumurnya, kedua ibu jarinya diacungkan untuk menunjukan rasa sedap yg dirasakannya.

Glekakhirnya kandas seluruh cairan kental putih itu memasuki rongga perutnya, yg diakhiri dengan tarikan nafas panjang dari mulutnya, yg mengisyaratkan rasa puas yg diperolehnya.

Aaaaaahhmantaaaappp ujarnya, sambil tangannya menyeka sekitar dagu dan pipinya dari sisa-sisa sperma yg masih melekat, untuk kemudian mengulum satu persatu jari tangannya.

*******

Inget ya, seperti yg tadi sudah gue jelasinelu culik si Astrid, terus nanti elu gangbang rame-rame, biar gue yg nyuting videonya lalu gue suruh dia untuk mutusin Bimo.. Kalau dia nolak, gua ancam video mesumnya bakalan gue sebar paham kan elu semua? jelas Vera pada ketiga pemuda yg masih menggelosor telanjang disofa layaknya habis melakukan pekerjaan yg berat.

” Beres lah, ver…elu serahin aja semuanya sama kita, pasti beres…” ujar Farid, sambil menghembuskan asap rokoknya.

Yg dijawab oleh tangan Vera dengan meraih tas diatas meja, lalu mengeluarkan satu gepok amplop coklat berisikan uang yg dilemparkannya pada meja didepan sofa

” Nih, untuk dana oprasional… Perkara teknis, gua enggak mau tau..elu atur aja sendiri, elu kan yg lebih tau” terang Vera, seraya dilekatkannya ujung sedotan yg terbuat dari gulungan uang seratus ribuan pada salah satu lubang hidungnya, dan, srrooottt..tersedot lenyap barisan bubuk putih yg disusun memanjang pada cermin yg diletakan diatas meja. menyusup masuk kedalam tubuh dan otaknya, yg untuk sementara waktu membawanya terbang ke alam khayal yg semu, seiring matanya yg terpejam sambil menggoyangkan tubuhnya dengan malas mengikuti alunan musik yg diputar dari audio player, yg saat itu memainkan tembang dari The Rolling Stones, yg berjudul Sister Morphine.

Author: 

Related Posts