Cerita Sex The Flight Attendant – Part 2

Cerita Sex The Flight Attendant – Part 2by adminon.Cerita Sex The Flight Attendant – Part 2The Flight Attendant – Part 2 The Flight Attendant 2nd Flight The Helping Hand 1st Act Acara ketemuan dengan Bimo sukses digagalkan perempuan bernama Manda itu.. Aku yang sedikit ‘down’ masih asyik berguling guling dikasur.. Ibuku girang bukan kepalang saat melihat sekotak donat ditanganku.. “Kamu habis ketemu Mas Bimo ya nduk? Ya ampuun kenapa ga […]

multixnxx-Orient SexPress -10 multixnxx-Orient SexPress -11 multixnxx-Orient SexPress -12The Flight Attendant – Part 2

The Flight Attendant

2nd Flight

The Helping Hand

1st Act
Acara ketemuan dengan Bimo sukses digagalkan perempuan bernama Manda itu..
Aku yang sedikit ‘down’ masih asyik berguling guling dikasur..

Ibuku girang bukan kepalang saat melihat sekotak donat ditanganku..

“Kamu habis ketemu Mas Bimo ya nduk? Ya ampuun kenapa ga diajak kesiniii??” Mamah dah lama ga ketemu itu anak..”

Ringtone polyphonic mengagetkan aku dari lamunan,
ID Callernya BIMO..
kupencet tombol merah lalu kulempar hape itu ke pojok kasur..

Kuambil bantal lalu kututup wajahku, langsung berteriak sekuat tenagaku..

“Nyebeliiiiiin!”

Kuambil Laptop peninggalan Ayahku yang beratnya amit amit itu..
Setelah kucolokkan modem lalu ku cari cari instansi yang bisa memberikan pelatihan IATA yang terpercaya

Aku harus bersiap siap!
Aku ga mau cuma jadi cewe yang berakhir di butik butik pinggir jalan atau kerja di mall dengan gaji lulusan SMU!
Aku harus bisa membahagiakan Ibuku yang sudah membanting tulang menyekolahkanku sejak meninggalnya Ayah..

“Nduuuk! Sini sebentar..”

Suara ibuku dari balik tirai kamarku..

“Apa sih Maaah, lagi males keluar niiii! Aku tar aja makannya belom laper mah..”

“Ini loh ada Mas Bimo mau ketemu kamu.. ayoo jangan dikamar terus ngerem koyok pitik!”

Sedetik kemudian aku sudah berdiri depan kaca riasku!

Haduuuh rambutku berantakan, mana belom mandi lagi!

Kuikat rambut sebahuku lalu keluar kamar menemui cowo yang diam diam kutaksir sejak SD itu..

“Ngapain kesini.. udah sana urusin calon bojomu kuwi!”

Kok malah itu yang keluar dari mulutku..

“Nih fen.. tadi gw liat liat di mall, kayaknya bagus deh di kamu.. senen kan udah harus Test.. kalo size nya salah boleh dituker ko..”

Aku menerima kantong plastik itu..
Ada dua kotak didalamnya dengan merk baju yang aku hanya bisa bermimpi untuk bisa membelinya..

“Bim.. ini kan.. mahaaaaaal bangeeeeet!
Kita kan bisa besok ke Beringharjo nyari yang murah yang bisa tak tawar.. astagaaa kamu tuh ya..”

Bimo tertawa terbahak bahak mendengar omelanku, Ibuku yang masih di belakang mesin jahit hanya tersenyum melihat kami berdua..

Masih dengan tas plastik itu ditanganku, kupeluk tubuh tinggi besar itu sambil berjinjit sebisaku..

“Makasi ya Bim.. aku gatau harus ngomong apa..”

Bimo di kursi kayu ruang tamu lalu mengambil gambarku dengan hape nya yang lima kali besarnya hapeku..

“Kamu harus janji foto selanjutnya yang aku ambil nanti adalah fotomu yang udah memakai seragam pramugari! Janji??”

*****

“Welcome to AirA**a, have a nice flight Sir!”

Betisku seperti mau kram saja rasanya berdiri memakai High Heels ini!
Belom lagi koper koper yang beratnya ampuuun!
Kenapa ga pake bagasi aja sih misteeeerrr!
Tapi aku tetap memasang senyumku yang paling manis berharap penerbangan ini tetap lancar sampai di Bali nanti..

Setelah semua penumpang duduk dikursinya, aku mulai ritual memperagakan safety protocol.
Aku mendapat posisi di tengah tengah lorong..
Sorakan norak pemuda tanggung disebelahku tidak kugubris..
Ada yang mengambil gambar bahkan ada yang berteriak serempak setiap kugerakkan tanganku,

“OLE! OLE!”

Emangnya aku wasit bola apaaaa! Aseeemmm…

Setelah ritual itu selesai aku berjalan menuju ruang kokpit..

“Semua penumpang sudah duduk ditempatnya Cap, ada lagi yang bisa saya bantu??”

Captain Haryono melihatku dari balik kacamata hitamnya..

Duh.. ser.. ser.. rasanya melihat wajahnya yang teduh itu..
Jemari besar berhiaskan cincin emas itu memegang lembut lenganku..

“Saat ini cukup mbak Fenny.. kalo ada pasti saya kasih tahu, thanks ya..”

Senyum itu membuat aku susah untuk tetap lurus berdiri..

“Iya Cap.. yaudah saya ke belakang dulu..”

Sebelum pergi sempat kulirik Flight Officer disebelahnya tersenyum sambil geleng geleng kepala..

Aku ga perduli..
Aku memang kadang mencari sosok yang bisa menggantikan Ayahku..
Aku ga perduli dengan statusnya yang masih menikah..
Aku butuh kasih sayang dan perhatian..
Dan sepertinya aku bisa menemukan itu di dalam sosok Captain Haryono..

Aku kembali ke tempat dudukku karena pesawat akan segera lepas landas..
Tidak berapa lama terdengar suara bariton Captain Haryono memberitahukan penumpang perihal ketinggian dan basa basi seperti biasanya..

Aku mulai rutinitasku membawa trolley makanan dan minuman..
Di kursi paling pojok belakang kulihat seorang laki laki dengan kulit hitam yang mengkilat melambaikan tangannya ke arahku,
sepertinya dia membutuhkan bantuan melihat wajahnya yang pucat itu..

Yes sir, what can i do to help yo..”

Mataku terbelalak melihat benda hitam berurat yang menjulang diantara resleting laki laki itu.. kututup mulutkj yang menganga melihat besarnya benda itu..

I drink two Viagra last night, and it won’t go down.. please help me miss.. please..”

End of

The Helping Hand

Cheers!

Author: 

Related Posts