Janda Nikmat Bergairah

Janda Nikmat Bergairahby adminon.Janda Nikmat BergairahWaktu sdh menunjukkan jam 9 malam, tp saya baru saja pulang dari kampus karena ada kuliah malam. Sampai di kost, perut saya terasa lapar sekali karena belum sempat makan malam tadi. Langsung saja saya pergi ke warung langganan saya yg berada di depan tempat kost saya. Pemilik warung itu bernama Ibu Eva, saya biasa memanggilnya […]

Waktu sdh menunjukkan jam 9 malam, tp saya baru saja pulang dari kampus karena ada kuliah malam. Sampai di kost, perut saya terasa lapar sekali karena belum sempat makan malam tadi. Langsung saja saya pergi ke warung langganan saya yg berada di depan tempat kost saya. Pemilik warung itu bernama Ibu Eva, saya biasa memanggilnya Tante Eva. Dia seorang janda yg ditinggal mati suaminya, usianya 32 tahun dan belum punya anak. Wajah tante Eva cukup cantik dan bodynya juga masih bagus.

 

Saya melihat warungnya masih buka, tp kelihatannya sdh sepi. Wah jangan-jangan makanannya sdh habis, bisa pingsan kelaparan ni, pikirku. Kemudian saya langsung saja masuk ke warungnya.

“Tante…?”

“Eee.. Dik Vicky, mau makan ya?”

“Iya, ayam gorengnya masih ada, Tante?”

“Aduhhh… udah habis tuh, ini tinggal kepalanya doang.”

“Waduhhh… bisa makan nasi tok nih.” kata saya memelas.

“Kalau Dik Vicky mau, ayo ke rumah tante. Di rumah tante ada persediaan ayam goreng, mau nggak?”

“Boleh deh Tante.”

“Tunggu sebentar ya, biar Tante tutup dulu warungnya”

“Mari saya bantu Tante.”

Setelah menutup warung itu, saya ikut dgn tante Eva pergi ke rumahnya yg tidak jauh dari warung itu. Dan sampailah kami di rumahnya.

“Dik Vicky, tunggu sebentar ya. Oh ya, kalau mau nonton TV nyalakan aja, gak usah malu-malu. Tante mau ganti pakaian dulu.”

“Iya Tante..” jawab saya.

Kemudian tante Eva masuk ke kamarnya. Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar dgn hanya mengenakan kaos dan celana pendek warna putih. Wow tubuhnya yg seksi terpampang di depan mata saya, payudaranya yg menyembul dari balik kaosnya itu terlihat besar dan menantang. Kakinya yg panjang dan jenjang tampak putih dan mulus serta ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia menuju ke dapur, kemudian saya meneruskan nonton TV. Setelah beberapa saat terdengar suara tante Eva dari dapur,

“Dik.. Dik Vicky.. coba kemari sebentar.”

“Iya tante… bentar..” kata saya sambil berjalan menuju dapur.

“Ada apa Tante?” tanya saya.

“Tante cuman mau tanya, Dik Vicky suka bagian mana? dada, sayap atau paha?”

“Eee.. paha aja Tante.” Kata saya sambil memandang tubuh Tante Eva yg tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata, tubuhnya begitu indah.

“Dik Vicky suka paha ya.. eehhhmmm..” katanya sambil menggoreng ayam.

“Iya Tante, soalnya bagian paha sangat enak dan gurih, hehe.” Kata saya.

“Aduhhh Dik.. tolong Dik.. paha Tante gatel.. aduhhh.. mungkin ada semut.. aduhhh..”

Saya kaget sekaligus bingung, saya periksa paha Tante, tidak ada apa-apa.

“Nggak ada semutnya kok Tante..” kata saya sambil memandang paha putih mulus plus bulu-bulu halus yg membuat adik kecil saya sedikit memberontak.

“Masak sih, coba kamu gosok-gosok pakai tangan biar gatelnya hilang.” pintanya.

“Baik Tante..”

Kemudian saya gosok-gosok pahanya dgn tangan saya. Wow, begitu halus, selembut kain sutera.

“Bagaimana Tante, sdh hilang gatelnya?”

“Lumayan Dik, aduh terima kasih ya. Dik Vicky pintar deh..” katanya membuat saya jadi tersanjung.

“Sama-sama Tante..” kata saya.

“Oke, ayamnya sdh siap.. sekarang Dik Vicky makan dulu, Tante mau mandi dulu ya.” katanya.

“Baik Tante, terima kasih” kata saya sambil memakan ayam goreng yg lezat itu.

Disaat makan, terlintas di pikiran saya tubuh Tante Eva yg telanjang. Oh, betapa bahagianya kalau bisa mandi berdua dgnnya. Saya tidak bisa konsentrasi dgn makanan saya. Pikiran kotor itu menyergap lagi, dan tak kuasa saya menolaknya. Tante Eva tidak menyadari kalau mata saya terus mengikuti langkahnya menuju kamar mandi
Ketika pintu kamar mandi telah tertutup, saya membayangkan bagaimana tangan Tante Eva mengusap lembut seluruh tubuhnya dgn sabun yg Vickgi, mulai dari wajahnya yg cantik, kemudian pipinya yg mulus, bibirnya yg sensual, lehernya yg jenjang, payudaranya yg montok, perut dan pusarnya, terus mEmeknya, bokongnya yg montok, pahanya yg putih dan mulus itu.

Kemudian saya langsung saja mengambil sebuah kursi agar bisa mengintip lewat kaca di atas pintu itu. Di situ tampak jelas sekali. Tante Eva tampak mulai mengangkat kaosnya ke atas hingga melampaui kepalanya. Tubuhnya tinggal terbalut celana pendek dan BH, itu pun tak berlangsung lama, karena dia segera melucutinya. Dia melepaskan celana pendek yg dikenakannya, dan dia tidak memakai CD. Kemudian Tante Eva melepaskan BHnya dan meloncatlah payudaranya yg besar itu.

Cerita Sex Janda Nikmat Bergairah || Kemudian dgn diguyur air dia mengolesi seluruh tubuhnya dgn sabun, kemudian tangannya meremas kedua payudaranya dan berputar-putar di ujungnya. Kejantanan saya seakan turut merasakan pijitannya dan jadi membesar. Dgn posisi berdiri sambil bersandar tembok, Tante Eva meneruskan gosokannya di daerah selangkangan, sementara matanya tertutup rapat, mulutnya menyungging. Beberapa saat kemudian,

“Ayo Dik Vicky, masuk aja nggak perlu ngintip gitu, kan nggak baik. Pintunya nggak dikunci kok!” tiba-tiba terdengar suara dari Tante Eva dari dalam.

Seruan itu sangat mengejutkan dan hampir saja membuat saya pingsan.

“Maaf ya Tante, saya gak sengaja” kata saya sambil pelan-pelan membuka pintu kamar mandi yg memang tidak terkunci.

Tp setelah pintu terbuka, saya seperti patung menyaksikan pemandangan yg tidak pernah terbayangkan. Tante Eva tersenyum manis sekali.

“Ayo sini dong temenin Tante mandi ya, jangan kayak patung gitu”

“Baik Tante..” kata saya sambil menutup pintu.

“Dik Vicky, burungnya bangun ya?”

“Iya Tante.. ah jadi malu saya.. abis saya liat Tante telanjang gini, mana harum lagi, jadi nafsu saya Tante, hehe..”

“Ah nggak pa-pa kok Dik Vicky, itu wajar..”

“Dik Vicky pernah ngesex belum?”

“Eee.. belum Tante..”

“Jadi, Dik Vicky masih perjaka ya, wow top dong..”

“Akhhh.. Tante.. jadi malu saya.”

Rupanya Tante Eva memperhatikan sesuatu yg menonjol dibalik celana saya.

“Dik Vicky, burungnya masih bangun ya?”

Saya cuman mengangguk saja, dan diluar dugaan saya tiba-tiba Tante Eva mendekat dgn tubuh telanjangnya dan meraba k0ntol saya.

“Wow besar juga burungmu Dik Vicky..” sambil terus diraba turun naik, saya mulai merasakan kenikmatan yg belum pernah saya rasakan.

“Dik Vicky.. boleh dong Tante liat burungnya?”

Belum sempat saya menjawab, Tante Eva sdh menarik ke bawah celana pendek saya, praktis tinggal CD saya yg tertinggal plus kaos T-shirt saya.

“Oh.. besar sekali dan sampe keluar gini, Dik Vicky.” kata Tante sambil mengocok k0ntol saya.

Nikmat sekali dikocok Tante Eva dgn tangannya yg halus mulus dan putih itu. Saya tanpa sadar terus mendesah nikmat. Tanpa saya tahu, k0ntol saya ternyata sdh digosok-gosokkan diantara buah dadanya yg montok dan besar itu.

“Ough.. Tante.. nikmat Tante.. ough..” saya mendesah sambil bersandar di dinding.

Setelah itu, Tante Eva memasukkan k0ntol saya ke bibirnya. Dgn buasnya dia mengeluar-masukkan k0ntol saya di mulutnya sambil sekali-kali menyedot, kadang-kadang juga dia menjilat dan menyedot habis 2 telur kembar saya. Saya kaget, tiba-tiba Tante Eva menghentikan kegiatannya. Dia pegangi k0ntol saya sambil berjalan ke arah bak mandi, kemudian Tante Eva nungging membelakangi saya, sebongkah pantat terpampang jelas di depan mata saya.

“Dik Vicky.. berbuatlah sesukamu.. kerjain Tante ya?!”

Saya melihat pemandangan yg begitu indah, mEmek dgn bulu halus yg tidak terkemudian lebat. Kemudian langsung saja saya sosor mEmeknya yg harum dan ada lendir asin yg begitu banyak keluar dari mEmeknya. Saya lahap dgn rakus mEmek Tante Eva, saya mainkan lidah saya di klitorisnya, sesekali saya masukkan lidah saya ke lubang mEmeknya.

“Ough Vicknn.. ough..” desah Tante Eva sambil meremas-remas payudaranya.

BACA CERITA LAINYA DISINI:

Memek tante montok dientot berondongnya dihotel

Memek tante terapis dikangkangin pelanggan

Memek tante digendong sampai orgasme

 

 

“Terus Vick.. Viiiick.. aahhh..”

Saya semakin keranjingan, terlebih lagi waktu saya masukkan lidah saya ke dalam mEmeknya ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuat saya gila. Kemudian Tante Eva tidur terlentang di lantai dgn kedua pahanya ditekuk ke atas.

“Ayo Dik Vicky.. Tante udah nggak tahan.. mana burungmu Vick?”

“Tante udah nggak tahan ya?” kata saya sambil melihat pemandangan demikian menantang, mEmeknya dgn sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, saya langsung menancapkan k0ntol saya di bibir mEmeknya.

“Aaghhhh..” teriak Tante Eva.

“Kenapa Tante..?” tanya saya kaget.

“Enggak.. Nggak apa-apa kok Vick.. terusin aja..”

Saya masukkan kepala k0ntol saya di mEmeknya.

“Sempit sekali Tante?”

”Nggak pa-pa Vick.. terus aja.. soalnya udah lama sih Tante nggak ginian.. ntar juga enak kok..”

Yah, saya paksa sedikit demi sedikit. Baru setengah dari k0ntol saya amblas, Tante Eva sdh seperti cacing kepanasan menggelepar kesana kemari.

“Ough.. Vick.. ouh.. Vick.. enak Vick.. terus Vick.. oughhh..” desah Tante Eva.

Begitu juga saya walaupun k0ntol saya masuk ke mEmeknya cuman setengah tp kempotannya sungguh luar biasa, nikmat sekali. Semakin lama gerakan saya semakin cepat, kali ini k0ntol saya sdh amblas dimakan mEmek Tante Eva. Keringat mulai membasahi badan saya dan Tante Eva. Tiba-tiba Tante Eva terduduk sambil memeluk saya dan mencakar saya.

“Oughhh Vick.. ough.. luar biasa.. oughhh.. Viiiiick..” katanya sambil merem melek.

“Kayaknya saya mau orgasme.. ough..” k0ntol saya tetap menancap di mEmek Tante Eva.

“Dik Vicky udah mau keluar ya?”

Saya menggeleng, kemudian Tante Eva terlentang kembali. Saya seperti kesetanan menggerakkan badan maju mundur, saya melirik payudaranya yg bergelantungan karena gerakan saya. Saya menunduk, saya cium putingnya yg coklat kemerahan. Tante Eva semakin mendesah,

“Ough.. Viiiick..” tiba-tiba Tante Eva memeluk saya sedikit agak mencakar punggung saya.

“Oughhh.. Viiiick.. saya keluar lagi…”

MEmeknya saya rasakan semakin licin, dan denyutannya semakin terasa. Saya dibuat terbang rasanya. Ah, rasanya saya sdh mau keluar. Sambil terus goyang, saya tanya Tante Eva,

“Tante.. saya keluarin di mana Tante..? Di dalam boleh nggak..?”

“Terseraaahh.. Waannn…” kata Tante Eva sambil mendesah.

Cerita Sex Janda Nikmat Bergairah || Saya percepat gerakan saya, k0ntol saya berdenyut keras, ada sesuatu yg akan dimuntahkan oleh k0ntol saya. Badan saya serasa terbang, ada kenikmatan yg sangat luar biasa. Akhirnya saya muntahkan sperma saya di dalam mEmek Tante Eva, masih saya gerakkan badan saya dan rupanya Tante Eva orgasme kembali kemudian dia gigit dada saya,

“Oughhh..”

“Dik Vicky.. Viiiick.. kamu memang hebat…”

Saya kembali mangenakan celana dalam serta celana pendek saya. Sementara Tante Eva masih telanjang dan terlentang di lantai.

“Dik Vicky… kalo mau beli makan malam lagi, jam jam segini aja ya..” kata Tante Eva menggoda saya sambil memainkan puting dan klitorisnya yg masih nampak bengkak.

“Dik Vicky sering-sering aja makan di rumah Tante ya..” kata Tante Eva sambil tersenyum genit.

Kemudian saya pulang sambil ketawa-ketawa sendiri karena kejadian tadi. Ya gimana gak ketawa, cuma gara-gara Ayam Goreng saya bisa menikmati indahnya bercinta dgn Tante Eva.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.